HAMBATAN
PERDAGANGAN INTERNATIONAL di INDONESIA
Perdagangan
internasional adalah perdagangan yang dilakukan suatu negara dengan negara lain
atas dasar saling percaya dan saling menguntungkan. Perdagangan internasional
tidak hanya dilakukan oleh negara maju saja, namun juga negara berkembang.
Menurut Sadono Sukirno, manfaat perdagangan internasional adalah memperoleh
barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri. Banyak
faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara.
Faktor-faktor tersebut diantaranya : Kondisi geografi, iklim, tingkat
penguasaan IPTEK dan lain-lain. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap
negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.
Dari pengertian diatas seharusnya semua negara terbuka terhadap perdagangan
internasional tetapi kenyataanya tidak. Masih ada beberapa negara negara
terkandang membatasi perdagangan internasional untuk melindungi para produsen
yang tidak sanggup bersaing dalam perdagangan internasional agar tidak bangkrut
yang dapat menyebabkan tingkat pengangguran di negara tersebut meningkat dan
juga terhambatnya perdagangan internasional disebabkan oleh faktor lainnya yaitu
:
a. Perbedaan Mata
Uang Antarnegara
Pada umumnya mata uang setiap negara berbeda-beda. Perbedaan inilah yang dapat
menghambat perdagangan antarnegara. Negara yang melakukan kegiatan ekspor,
biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata
uang negara pengekspor. Pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang
itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara berbeda-beda. Apabila nilai mata
uang negara pengekspor lebih tinggi daripada nilai mata uang negara pengimpor,
maka dapat menambah pengeluaran bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar
kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlu adanya
penetapan mata uang sebagai standar internasional.
b. Pembayaran
Antarnegara Sulit dan Risikonya Besar
Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila membayarnya dilakukan secara langsung akan mengalami kesulitan. Selain itu, juga mempunyai risiko yang besar. Oleh karena itu negara pengekspor tidak mau menerima pembayaran dengan tunai, akan tetapi melalui kliring internasional atau telegraphic transfer atau menggunakan L/C.
Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila membayarnya dilakukan secara langsung akan mengalami kesulitan. Selain itu, juga mempunyai risiko yang besar. Oleh karena itu negara pengekspor tidak mau menerima pembayaran dengan tunai, akan tetapi melalui kliring internasional atau telegraphic transfer atau menggunakan L/C.
c. Adanya
Kebijaksanaan Impor dari Suatu Negara
Setiap negara
tentunya akan selalu melindungi barang-barang hasil produksinya sendiri. Mereka
tidak ingin barang-barang produksinya tersaingi oleh barang-barang dari luar
negeri. Oleh karena itu, setiap negara akan memberlakukan kebijakan untuk
melindungi barang-barang dalam negeri. Salah satunya dengan menetapkan tarif
impor. Apabila tarif impor tinggi maka barang impor tersebut akan menjadi lebih
mahal daripada barang-barang dalam negeri sehingga mengakibatkan masyarakat
menjadi kurang tertarik untuk membeli barang impor. Hal itu akan menjadi
penghambat bagi negara lain untuk melakukan perdagangan.
d. Terjadinya Perang
Terjadinya perang dapat menyebabkan hubungan antarnegara terputus. Selain itu,
kondisi perekonomian negara tersebut juga akan mengalami kelesuan. Sehingga hal
ini dapatmenyebabkan perdagangan antarnegara akan terhambat.
e.
Adanya
Organisasi-Organisasi Ekonomi Regional
Biasanya dalam satu wilayah regional terdapat organisasiorganisasi ekonomi.
Tujuan organisasi-organisasi tersebut untuk memajukan perekonomian
negara-negara anggotanya. Kebijakan serta peraturan yang dikeluarkannya pun
hanya untuk kepentingan negaranegara anggota. Sebuah organisasi ekonomi
regional akan mengeluarkan peraturan ekspor dan impor yang khusus untuk negara
anggotanya. Akibatnya apabila ada negara di luar anggota organisasi tersebut
melakukan perdagangan dengan negara anggota akan mengalami kesulitan.
f.
Kualitas Sumber Daya yang Rendah
Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat perdagangan internasional.
Mengapa? Karena jika sumber daya manusia rendah,
maka kualitas dari hasil produksi akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas barang rendah, akan sulit bersaing dengan barang-barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik. Hal ini tentunya menjadi penghambat bagi negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional.
maka kualitas dari hasil produksi akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas barang rendah, akan sulit bersaing dengan barang-barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik. Hal ini tentunya menjadi penghambat bagi negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional.
g. Peraturan administrasi.
Seperti perizinan
ekspor-impor, aturan-aturan prosedur ekspor-impor, masalah pajak, masalah
penentuan harga, dan system pembayaran. saat ini pemerintah mewajibkan
penggunaan L/C Letter Of Credit sebagai alat pembayaran kegiatan
ekspor untuk sejumlah industri. Ini untuk meningkatkan devisa bagi Negara.
Karena dengan kewajiban membuka L/C di dalam negeri setiap pembayaran terhadap
produk ekspor diatur dalam peraturan tersebut.
Berikut ini beberapa negara yang membuat terhambatnya perdagangan internasional
waulaupun sudah adanya sistem perjanjian perdangan bebas yang dibuat oleh semua
negara anggota WTO ( World Things Organizations ).
1. Negara Maju
Contohnya : Jepang
Dimana jepang melakukan penghambatan perdagangan internasional untuk beras
dengan mengenakan terif dan bea masuk sebesar 200 – 300 % dari harga produk
yang membuat susahnya beras dari negara lain sangat sulit di pasarkan di jepang
karena harga beras impor tersebut kalah bersaing dengan bersa lokal akibat dari
besarnya tarif dan bea masuk yang di buat negeri sakura tersebut.
Yang mana dari pembatasan ini membuat tingkat impor beras di jepang akan turun
atau sedikit turun dan membuat petani dan pihak yang berkaitan dengan produksi
beras di jepang akan memiliki kehidupan yang makmur dan mengurangi tingkat
pengangguran di negeri sakura tersebut.
2. Negara Berkembang
Contohnya :
Indonesia
Dimana baru –baru ini indonesia melakukan penghambatan perdagangan
internasional pada produk horikultural dengan melakukan kuota impor ( jumlah
maksimum ) barang horikultural yang dapat di impor sebab pemerintah indonesia
berkata bahwa indonesia lagi surplus barang horikultural sehingga membuat
terbatasnya perdagangan internasional.
Yang mana dari pembatasan ini membuat tingkat impor horikultural di indonesia
turun atau sedikit turun dan membuat petani dan pihak yang berkaitan
dengan barang horikultural tersebut akan mendapatkan penghargaan atas kerja
kerasnya yaitu dimana harga hurikultural tersebut yang naik karena tak adanya
barang horikultural impor dan membuat para petani semakin bersemangat untuk
bertani karena kerja kerasnya terbayar yang membuat kurangnya tingkat
pengangguran.
Dan juga melakukan kuota impor itu pemerintah berusaha untuk menjaga neraca
pembayaran agar tidak mengalami defisit sehingga cadangan devisa indonesia
tetap terjaga.
Bisa dibayangkan jika tidak ada kouta impor,hal yang mungkin yerjadi adalah
kalah bersaingnya para petani indonesia dari petani negara lain yang memiliki
keunggulan dalam bidang permodalan dan jumlah produksi.contohnya saja negera
amerika serikat yang mana petaninya memiliki modal yang besar dan jumlah
produksi yang sangat besar karna pemanfaatan mereka dalam menggunakan
teknologi.
KESIMPULAN
Perdagangan
internasional diperlukan oleh semua negara termasuk indonesia agar dapat
memiliki apa yang tidak dimiliki negara tersebut dari negara lain dengan cara
melakukan perdagangan dengan negara lain.
Menurut Amir M.S., bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di
dalam negeri, maka perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks.
Kerumitan tersebut disebabkan oleh hal-hal berikut.
• Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan
• Barang harus dikirim dan diangkut dari suatu negara kenegara lainnya melalui bermacam peraturan seperti pabean, yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah.
• Antara satu negara dengan negara lainnya terdapat perbedaan dalam bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, hukum dalam perdagangan dan sebagainya.
• Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan
• Barang harus dikirim dan diangkut dari suatu negara kenegara lainnya melalui bermacam peraturan seperti pabean, yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah.
• Antara satu negara dengan negara lainnya terdapat perbedaan dalam bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, hukum dalam perdagangan dan sebagainya.
Tetapi walaupun perdagangan
internasional tersebut perlu negara tidak harus melakukan perdagangan
internasional setiap saat ada kalanya negara tersebut tidak melakukan
perdagangan internasional yaitu impor barang di saat produksi dalam negeri
masih cukup atauun surplus agar lebih mensejahtrakan masyarakat negara tersebut
dan juga untuk menghemat devisa negara agar tidak terus mengalami penurunan
yang berpengaruh pada neraca pembayaran negara tersebut yang memmbuat neraca
pembayaran negara tersebut defisit.
Referensi :
-
http://candraekonom.blogspot.com/2013/06/hambatan-perdagangan-internasional.html